7 Kunci Sukses Ber-Organisasi di Kampus

7 Kunci Sukses Ber-organisasi di Kampus - Dalam sebuah serial motivasi yang dikemas dalam bentuk forum kajian IMTAQ disalah satu himpunan mahasiswa yang ada di FT UNY, saya diminta tolong untuk menjadi pemateri (ceritanya disini saya jadi super sub pemateri, karena pemateri yang sebenarnya tiba-tiba tidak bisa karena ada sesuatu hal yang tidak bisa ditinggalkan. Ya harap maklum, namanya juga orang sibuk) memberikan siraman rohani kepada para peserta baik dalam sisi keagamaan (padahal bukan ustadz :p ), secara umum dan juga dalam sisi pemberian motivasi untuk aktivitasnya menjadi mahasiswa biasa (sebutan bagi para mahasiswa yang hidupnya hanya kost, kampus, kantin, perpus (jika sempat), jalan-jalan dan hura-hura serta tidak tau lagi apa yang akan dilakukan setelah itu dan dialaminya semua dalam satu waktu) dan mahasiswa yang mengikuti organisasi (ini yang paling “recommended ^_^”), agar dapat menyelaraskan antara aktivitas perkuliahan/kegiatan organisasi dengan kewajibannya sebagai umat beragama yaitu beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ya, begitu kurang lebih penjelasan dari deskripsi umum yang ada didalam TOR-nya (Term Of Reference) yang saya baca.  IMTAQ sendiri adalah singkatan dari Iman dan Taqwa.(Sebuah Idealisme yang sangat tinggi dan sempurna bukan??) 
7 Kunci Sukses Organisasi Kampus
7 Kunci Sukses Organisasi Kampus
Sungguh hal yang diluar dugaan, karena dalam serial motivasi ini adalah serial motivasi yang dimana khusus dikaji dari sudut pandang Islam. Dan kebiasaan yang sering saya sampaikan dalam forum-forum seperti ini adalah serial motivasi yang umum. Pernah dulu satu kali saat bulan ramadhan 2010 memberikan serial motivasi didalam pondok pesantren putra (itupun yang dimana pesertanya anak-anak sd,dan  smp).

Karena pemberitahuannya cukup mendadak maka mau tidak mau dalam mencari materi pun harus benar-benar sigap dan cepat dalam menyusunnya (biasanya persiapan minimal 1 minggu tapi ini 3 hari bro, Maklum -_-). Namun karena disini saya melihat peluang untuk memberikan sebuah arahan yang mungkin cukup strategis bagi organisasi tersebut, maka saya pun sangat termotivasi (dalam mengkontaminasi ^_^) untuk mencari materinya walaupun waktunya sangat mepet.

Materi yang saya sampaikan pun tidak banyak, hanya ada 7 point dasar secara garis besar yang dipaparkan. 

Kunci yang pertama adalah peserta yang hadir disini saya tekankan pertama kali untuk merubah mindset pola berfikirnya terlebih dahulu, karena ketika pola mindsetnya tidak sesuai nantinya tidak bisa lanjut ke point berikutnya. Saya pun memberi sebuah Instruksi bahwa “dalam 5 Menit +/- para peserta agar mensetting mindsetnya menjadi” “Mindset Perubahan Untuk Menjadi Lebih Baik”, dalam artian disini adalah untuk selalu berfikir positif melakukan sebuah perubahan untuk selalu menjadi yang terbaik (Tidak boleh tidak!!!). 

Kunci yang kedua adalah sebuah Niat “The Power Of  Niat”, point ini saya kutip dari sebuah buku yang saya baca, yang berisi tentang sebuah hadist shahih yang berbunyi seperti ini.  
Umar Ibn Al-Khattab r.a. berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda “Sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada niatnya. Dan setiap orang memperoleh sesuia dengan apa yang dia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikejarnya atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia (niatkan) hijrah kepadanya.” (HR. Bukhari-Muslim)
Maksud dari saya menyampaikan hadist ini disini adalah untuk menjadikan sebuah gambaran, bahwa yang namanya niat itu memang sangat luar biasa untuk pada sebuah hasil yang didapatnya. Apalagi dalam beroraganisasi dikampus, yang dimana notabene hampir sebagian besar adalah hanya untuk mengisi waktu luangnya (payah banget ya niatnya, klo anda bertemu dengan teman yang punya niat seperti ini suruh pergi kelaut aja dah’’). Dan jika mendapatkan sebuah banyak kesibukan ya, maka itu adalah jawaban dari niat itu sendiri (sekali lagi niatnya adalah hanya untuk mengisi waktu luang, maka jangan protes jika anda-anda hanya pada merasakan sibuk dan bahkan sangat kelelahan sekali.). coba kalau niatnya itu yang baik dan positif, pasti Insya Allah hasilnya pun baik dan positif pula. Lalu niatnya apa donk?? Ya, itu tergantung dan kembali kepada diri masing-masing orang tersebut. 

Kunci yang ketiga yaitu “Langkah Kecil yang Besar”, disini saya mengambil dari catatan yang saya miliki dari apa yang pernah saya baca. Yaitu sebuah hadist shahih:
 Pada suatu hari Rasulullah SAW memperingatkan bahaya memaksakan diri sendiri untuk memperbanyak Ibadah. Beliau bersabda: “Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak ada yang memberat-beratkan diri sendiri kecuali agama itu akan mengalahkannya, karenanya, luruskan langkah dan kokohkan, berusahalah untuk selalu mendekati (target ideal), bergembiralah (jangan pesimis), dan meminta tolonglah dengan waktu pagi, waktu sore dan sedikit malam.” (H.R. Bukhari).
Dalam hadist kali ini menggambarkan bahwa sesuatu itu lebih baik dikerjakan dengan sedikit demi sedikit namun tetap konsisten dari pada banyak namun hanya sesekali saja. Pun demikian dengan beribadah. Lalu hubungannya apa dengan organisasi yang akan dijalankan nantinya? Ya, pasti sangat ada hubungatnya donk! Karena disini menurut saya adalah bukan masalah kuantitas dalam bekerja atau melaksanakan sebuah amanah yang diemban  -
Kadang saya bertanya kepada beberapa pengurus Ormawa (HIMA dan BEM) khususnya pada para pengurus harian, “Sebenarnya yang anda jalani sekarang itu sebuah amanah atau sebuah beban tho???”,  rata-rata sich jawabannya Cuma tersenyum kecut gitu.. Hehe ^-^V
- dalam sebuah organisasi, tapi adalah sebuah kualitas bung bukan kuantitas, ingat KUALITAS!! Pahamkan!! Dan dalam hadist itu pula disampaikan bahwa kita harus tetap selalu Optimis dalam mengarunginya, tidak boleh pesimis karena sekali lagi didalam ajaran Islam tidak mengajarkan tentang orang-orang yang mudah menyerah atau yang sering disebut dengan kata Pesimis itu.

Kunci keempat berikutnya yaitu point keempat “Bangun Keshalihan Pribadi”. Masih sama, tulisan ini saya kutip dari buku yang saya baca. Ada ungkapan kalimat yang berbunyi seperti ini “Menjadi penting itu baik, tetapi menjadi baik itu lebih penting”, nah lho! pilih yang mana coba??  Disampaikan pula dalam hadist shahih  
“Barang siapa bertambah Ilmunya tetapi dia tidak bertambah keimanannya, maka tidaklah menambah kepada Allah kecuali semakin jauh…”(H.R Muslim).
Intinya selalulah rajin dalam beribadah, jangan lupa untuk selalu shalat wajib 5 waktu, mengaji, dan melaksanakan sunah-sunahnya (ya, itu minimalnya bro, ditambah lebih banyak malah lebih baik, Ok!).

Kunci kelima “Bangun Keshalihan Sosial”, Yupz! ini adalah bagaimana kita bisa membawa tentang perihal kebaikan untuk sesama manusia. Setidaknya untuk orang-orang yang kita kenal, dekat dan kita sayangi. Ada sebuah paragraph yang mungkin bisa anda resapi makanya: 
“Manakala nilai hidup ini hanya untuk diri kita, maka akan tampak kecil dan singkat. Yang dimulai sejak kita memahami arti hidup dan berakhir hingga batas umur kita. Tetapi apabila kita hidup juga untuk orang lain maka jadilah hidup ini bermakna panjang dan dalam. Bermula dari adanya kemanusiaan itu sendiri dan berlanjut sampai kita meninggalkan dunia ini”(Sayyid Quthub, Afraah Ar-Ruh, hlm. 9) 

Kunci keenam “Kuncinya adalah Optimalisasi Waktu”. Kadang saya bertanya-tanya dengan diri sendiri, seandainya saya memiliki waktu yang lebih banyak apa yang akan saya lakukan?? Namun ada seorang ulama pernah menyampaikan seandainya dalam sehari itu 24 jam, maka ketika ada yang menjual waktunya 2 jam saja untuk dirinya sehingga dapat menambah waktu dalam sehari menjadi lebih dari 24 jam beliau pas ti akan segera membelinya. Namun waktu itu tetap 1 hari 24 jam. Tidak ada yang bisa menjualnya atau bahkan menggadaikannya dengan perihal yang lain. Hanya Allah SWT yang bisa melakukan itu semua. Jadi disini kita harus benar-benar memaksimalkan tentang masalah waktu hidup ini. Apakah anda pernah berpikir bahwa hampir sebagian besar hidup seorang manusia itu habis hanya untuk melakukan hal yang percuma dan tidur??? Jawablah dengan hati nurani anda…
 
Pada Kunci 7 terakhir ini saya menemukan “7 kata kunci” dari buku yang berjudul Zero to Hero yang mungkin bisa menjadi sebuah acuan dalam berorganisai yang ideal dan berkarakter dalam melaksanakan setiap amanah yang akan atau sedang diemban.
  • Atsbatuhum Manaiifan (yang paling kokoh atau tsabat sikapnya). 
  • Atsbatuhum Shadran (yang paling lapang dadanya). 
  • Atsbatuhum Fikran (yang paling dalam pemikirannya). 
  • Atsbatuhum Nazharan (yang paling luas cara pandangannya). 
  • Atsbatuhum ‘Amalan (yang paling rajin amal-amalnya). 
  • Atsbatuhum (yang paling solid penataan organisasinya). 
  • Atsbatuhum (yang paling banyak manfaatnya.)
Baik, tulisan diatas hanyalah sekedar perwakilan dari apa yang sebenarnya saya inginkan kepada setiap insan khususnya Mahasiswa yang saat ini aktif dalam dunia organisasi kampus atau kalau sering disebut dikampus saya yaitu denga sebutan  ORMAWA (Organsasi Mahasiswa) Kampus. Namum semua itu kembali kepada setiap individu yang mendengarkan apa yang disampaikan diforum tersebut atau membaca didalam setiap kalimat yang ada di tulisan yang singkat ini. Setidaknya kita masih peduli dengan keadaan disekitar, yang bila dilihat saat ini banyak orang yang lebih cenderung individualis atau bahkan cenderung apatis, yang hanya melakukan suatu tindakan karena untuk keuntungan pribadi semata. Hanya mencari IPK?? Hanya mencari sebuah hal yang ingin dianggap selalu ada?? Atau hanya mencari sebuah hal yang mungkin anda sendiri memang tidak tahu sebenarnya apa yang akan anda cari?? Dan itu terjadi pada saat ini lalu  entah sampai kapan itu akan berakhir.

0 Response to "7 Kunci Sukses Ber-Organisasi di Kampus"

Post a Comment