Hariz!! Saya Mau Menikah...

Hariz!! Saya mau menikah...!!! - saya bahagia sekali mendengar kalimat tersebut saat sahabat saya memberi kabar itu kepada saya. Ada rasa kaget, Lucu, bingung, pokoknya campur aduk jadi satu yang dirasakan. Dengan Otomatis saya membalasnya dengan berucap "Lha, semua orang juga maau menikaahlah, masaa ngga mau menikah :p". Hahahaha.. Dengan sedikit jengkel sahabat saya menjelaskan, "bukan begitu maksudnya riz, ini aq Serius mau menikah. Insha Allah bulan April ini aq menikah, aq dah mantep riz.
Menikahlah Maka Kau Bahagia
Menikahlah Maka Kau Bahagia
Makan malam yang sebenarnya sedang sedikit tidak menikmati karena kangen sama Istri dirumah, sedikit terobaati karena tiba2 sahabat saya muncul dengan membawa kabar gembira tersebut. Bagaimana ngga bahagia coba, sahabat saya itu sering saya sindir karena belum juga berani menentukan pilihan untuk pendamping hidupnya :D. Dan saya sering merasa berdosa kalau menyindirnya, karena menurut penelitaian yg saya baca, bahwa sindiran-sindiran yang dilontarkan untuk para jomblowan dan jomblowati sangatlah rentan dalam mempengaruhi kesehatan psikologisnya :p "ah, tapi itu kan teori.. hahahaha.. Tetep saja saya puas menyindirnya, apalagi klo si jomblowan dan jomblowati itu dah kerja, umur sudah cukup/mendekati kadaluwars, sholeh/sholehah, punya gaji cukup (cukup buat nraktir kawan2nya, cukup buat ngansur motor/mobil, cukup buat hura2 sepekan sekali :D.

Saya menyampaikan pesan pada sahabatku tersebut, "bahwa menjadi pendamping hidup untuk jodoh kita tidaklaah harus menjadi manusia sempurna, karena sejatinya jodoh/pasangan itulah yang Membuat kamu sempurna". Menyiapkan diri dan memantaskan diri itu memang sebuah kewajiban, namun untuk menjadi sempurna itu adalah hal yang muastahil menurut saya, ya karena kesempurnaan hanyalah Milik Allah SWT. Saling melengkapi menutup kekurangan, itulah sempurna yang sederhana menurut saya ketika kita menjadi pasangan untuk jodoh kita (suami/istri).

Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling baik kepada istrinya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik pergaulannya kepada istri.    Diriwayatkan bahwa Urwah bertanya kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha,
“Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan Rasulullah tatkala bersamamu (dirumah)?” “‘Aisyah menjawab, “Beliau melakukan seperti apa yang dilakukan salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya. Beliau memperbaiki sandalnya, menjahit bajunya dan mengangkat air di embar.” (HR. Ibnu Hibban).
Sungguh mengagumkan apa yang diperbuat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, lantas bagaimana dengan kita?    Sesungguhnya di antara sikap sayang terhadap istri adalah membantu, memperhatikan, dan memperlakukan mereka dengan sikap lemah lembut. Adapun orang-orang yang bergaul dengan para istri mereka dengan sikap menyia-nyiakan serta bersikap kasar terhadap mereka, dan orang yang memandang wanita sebagai pelayan dengan ikatan pernikahan selama-lamanya, maka sejatinya mereka adalah orang-orang yang Allah Subhanahu wa Ta’ala cabut dari hati mereka sifat kasih sayang. Jika kita sebagai pasangan suami-istri belum mampu mereguk manisnya rasa cinta dan kasih sayang di antara kita berdua, janganlah putus asa.

Berusahalan terus merekatkan ikatan-ikatan cinta antara suami-istri dengan cara apapun yang terpenting tidak menyalahi prinsip-prinsip Islam.

Referensi: Majalah Gerimis Vol. 19.2012 zafaran/muslimahzone.com

0 Response to "Hariz!! Saya Mau Menikah..."

Post a Comment